Bukan niat aku untuk mengoyak kamus memori,
Disetiap helaian yang kita karang bersama,
Namun keterlanjuran mu,
Memaksa aku melakukan sedemikian,
Melimpah takung linangan ku,
Saat realiti yang kau akukan,
Bukanlah suatu kebenaran,
Sakit beban didadaku,
Ditindih bersama seribu satu kenangan,
Kau tidak langsung menghargai,
Keberadaanku menerima buruk baikmu,
Helaian cerita lalu sudah aku koyakkan,
Kupejam mata menahan kesakitan,
Beriringan setinggi-tinggi kesabaran,
Demi mempertahan ikatan yang sudah lama terjalin,
Namun tidak kau ambil peduli,
Malah kau mempergunakan,
Kau putar belitkan,
Setiap cebis nilai kepercayaan dan kesetiaan,
Nyata kau hanya sekadar mempermainkan,
Lalu aku memutuskan satu keputusan,
Agar dibakar segala kerat memori yang dicatatkan,
Agar hati ini lebih tenang meneruskan.


No comments:
Post a Comment
> Leave your honestly respond HERE my FRIENDS <
> Thank you so much for reading <
^_^